| Tersedianya: | |
|---|---|
Vitamin K4 (Menadiol Diacetate) CAS 573-20-6, dikenal secara ilmiah sebagai Menadiol Diacetate dan dengan sinonim seperti Acetomenaphthone dan Kapilin, adalah bentuk vitamin K sintetis yang larut dalam air. Ini adalah turunan dari menadione (Vitamin K3) dan secara klinis diklasifikasikan sebagai agen hemostatik (anti-hemoragik). Aktivitas biologisnya lebih rendah dibandingkan bentuk vitamin K lainnya, namun lebih stabil dan lebih mudah disimpan.
Vitamin K4 bertindak sebagai pendahulu bentuk aktif vitamin K. Mekanismenya sangat penting untuk pembekuan darah normal:
Konversi: Setelah diberikan, Menadiol Diacetate dimetabolisme di dalam tubuh menjadi bentuk aktifnya, menadiol.
Ko-faktor untuk Karboksilasi: Bentuk aktif ini bertindak sebagai ko-faktor penting untuk enzim gamma-glutamil karboksilase di hati.
Aktivasi Faktor Pembekuan: Enzim ini bertanggung jawab atas modifikasi pasca-translasi residu asam glutamat spesifik pada faktor pembekuan utama: protrombin (Faktor II) dan Faktor VII, IX, dan X. Proses ini menjadikan faktor-faktor ini berfungsi.
Hemostasis: Dengan memastikan sintesis faktor pembekuan aktif ini, Vitamin K4 mengembalikan jalur pembekuan darah normal dan mengurangi risiko pendarahan.
Vitamin K4 terutama diindikasikan untuk pencegahan dan pengobatan gangguan pendarahan yang disebabkan oleh kekurangan Vitamin K. Kondisi spesifiknya meliputi:
Pendarahan Defisiensi Vitamin K (VKDB): Suatu kondisi yang terlihat pada bayi baru lahir, dan pada orang dewasa dengan masalah malabsorpsi.
Hipoprotrombinemia: Gangguan perdarahan yang disebabkan oleh defisiensi protrombin (Faktor II), yang dapat disebabkan oleh obat antikoagulan oral seperti warfarin.
Sindrom Malabsorpsi: Termasuk kondisi seperti penyakit kuning obstruktif, kolitis ulserativa kronis, pankreatitis kronis, dan setelah reseksi usus ekstensif yang menyebabkan gangguan penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
Defisiensi Akibat Obat: Penggunaan antibiotik spektrum luas dalam jangka panjang dapat membunuh bakteri usus yang mensintesis Vitamin K, yang menyebabkan defisiensi.
Di luar penggunaan klinisnya sebagai agen hemostatik, penelitian telah mengidentifikasi potensi aktivitas farmakologi Vitamin K4 lainnya:
Aktivitas Antikanker: Penelitian telah menunjukkan bahwa Vitamin K4 dapat menginduksi sitotoksisitas tumor, khususnya pada sel karsinoma prostat manusia, melalui jalur apoptosis terkait mitokondria
| Nomor CAS. | 543-20-6 |
| Sinonim | Menadiol Diasetat 2-metilnaftalena-1,4-diil diasetat 2-Metil-1,4-naftalenediol diasetat Prokayvitoral |
| EINECS No. | 209-352-1 |
| Rumus Molekuler | C₁₅H₁₄O₄ |
| Berat Molekul | 258.27 |
| Penampilan | Bubuk kristal putih atau putih pucat |
| pengujian | 99,0 menit |
| Berat jenis | 0.967 |
| Kelarutan | Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik seperti DMSO dan metanol |