| Tersedianya: | |
|---|---|
Bahan Tambahan Makanan (E210): Biasa digunakan sebagai bahan pengawet untuk menghambat jamur dan ragi.
Industri Farmasi: Digunakan dalam sintesis obat (misalnya natrium benzoat).
Aplikasi Industri: Produksi pewarna, pewangi, pemlastis, dll.
Kosmetik : Berfungsi sebagai pengawet (harus memenuhi batas konsentrasi aman).
Tindakan pencegahan untuk penanganan yang aman:
Tangani sesuai dengan praktik kebersihan dan keselamatan industri yang baik. Jangan menangani sampai semua tindakan pencegahan keselamatan telah dibaca dan dipahami. Jauhkan dari panas, percikan api, nyala api, dan sumber penyulut lainnya. Ambil tindakan pencegahan terhadap muatan listrik statis. Pastikan ventilasi yang memadai, terutama di area terbatas. Gunakan pelindung diri yang direkomendasikan di Bagian 8. Hindari kontak dengan kulit, mata atau pakaian. Jangan menghirup debu/asap/gas/kabut/uap/semburan. Jangan makan, minum atau merokok saat menggunakan produk ini. Cuci sampai bersih setelah ditangani. Cuci pakaian yang terkontaminasi sebelum digunakan kembali.
Kondisi Penyimpanan:
Jaga agar wadah tetap tertutup rapat di tempat yang kering, sejuk, dan berventilasi baik. Jauhkan dari panas, percikan api, nyala api, dan sumber penyulut lainnya. Tetap terkunci dan jauh dari jangkauan anak-anak. Jauhkan dari makanan, minuman dan bahan pakan ternak. Simpan sesuai dengan peraturan setempat.
| Nomor CAS. | 65-85-0 |
| Sinonim | asam benzil Asam benzoik 4-Karboksipolistirena |
| EINECS No. | 200-618-2 |
| Rumus Molekuler | C 7H 6O2 |
| Berat Molekul (g/mol) | 122.12 |
| Penampilan | Bubuk atau serpihan kristal putih |
| Bau | Sedikit bau benzaldehida |
| PH (Larutan dalam air) | 4 |
| Titik lebur (℃) | 122 |
| Titik Didih (℃) | 249 |
| Kelarutan |
|