| Tersedianya: | |
|---|---|
A. Farmasi & Bioteknologi:
Pengiriman Obat: Digunakan sebagai eksipien dalam vaksin, formulasi oral, dan topikal untuk melarutkan bahan aktif.
Stabilisasi Protein: Mencegah agregasi dan adsorpsi protein dan makromolekul biologis lainnya ke permukaan.
Kultur Sel: Digunakan dalam media mikrobiologi sebagai sumber asam lemak dan untuk membubarkan komponen yang larut dalam lemak.
B. Industri Makanan (dikenal sebagai E433):
Pengemulsi: Digunakan dalam es krim untuk memperbaiki tekstur dan mencegah kristalisasi, pada makanan yang dipanggang untuk meningkatkan volume dan kelembutan, dan pada produk susu.
Dispersan: Menjaga warna dan rasa merata dalam minuman dan sirup.
C. Kosmetik & Perawatan Pribadi:
Bahan umum dalam krim, losion, sampo, dan produk lainnya untuk menghasilkan emulsi yang stabil dan halus serta meningkatkan daya sebar formulasi.
D. Penggunaan Industri & Laboratorium:
Digunakan sebagai deterjen, zat pendispersi, dan zat pembasah dalam berbagai proses industri.
Dalam mikrobiologi, digunakan untuk membuat media kultur selektif dan sebagai reagen dalam berbagai uji biokimia.
Pembuangan operasi:
Jika produk digunakan dengan benar, tidak diperlukan tindakan khusus.
Tahan api dan ledakan: Tidak diperlukan tindakan perlindungan khusus.
Penyimpanan:
Isolasi dari asam dan alkali. Isolasi dari oksidan.
Detail tentang kondisi penyimpanan: Jaga agar wadah tetap tertutup rapat, kering, dan simpan di tempat teduh.
| Nomor CAS. | 9005-65-6 |
| Sinonim | Ester asam lemak polioksietilen sorbitol Polioksietilen (20) sorbitan monooleat |
| EINECS No. | 500-019-9 |
| Rumus Molekuler | C₆₄H₁₂₄O₂₆ |
| Penampilan | Cairan kental berwarna kuning |
| Bau | Lembut |
| PH | 6,00±2 |
| Kelarutan | Larut dalam air, etanol, metanol; tidak larut dalam minyak mineral dan nabati. |