| Tersedianya: | |
|---|---|
Ethyl Vanillin memiliki aroma seperti vanillin, namun lebih lembut dan halus dibandingkan vanillin, dengan intensitas wangi 3-4 kali lebih kuat. Hal ini terutama digunakan sebagai penyedap makanan dalam kembang gula, produk makanan, dan minuman, terutama untuk memformulasi rasa vanilla yang dapat dimakan, minuman ringan, es krim, coklat, tembakau, dan minuman beralkohol. Ini juga digunakan dalam parfum dan kosmetik.
Tindakan pencegahan untuk penanganan yang aman
Tangani sesuai dengan praktik kebersihan dan keselamatan industri yang baik. Gunakan alat pelindung diri sesuai kebutuhan. Hindari menghasilkan debu. Hindari menghirup debu. Jangan sampai terkena mata, kulit, atau pakaian. Cuci sampai bersih setelah ditangani. Gunakan bahan ini dengan ventilasi yang memadai. Pakaian kerja yang terkontaminasi tidak boleh dikeluarkan dari tempat kerja. Lepaskan pakaian yang terkontaminasi dan cuci sebelum digunakan kembali. Gunakan bahan ini dengan ventilasi yang memadai. Jauhkan dari panas, percikan api, nyala api terbuka, dan permukaan yang panas - Dilarang merokok.
Kondisi penyimpanan yang aman
Jaga agar wadah tetap tertutup rapat dan di tempat sejuk dan berventilasi baik. Jauhkan dari sumber panas dan api, sensitif terhadap cahaya.
| Nomor CAS. | 121-32-4 |
| Sinonim | Etil vanilin 3-Etoksi-4-hidroksibenzaldehida 4-Hidroksi-3-etoksibenzaldehida |
| EINECS No. | 204-464-7 |
| FEMA | 2464 |
| Rumus Molekuler | C 9H 10O3 |
| Berat Molekul (g/mol) | 166.17 |
| Penampilan | Bubuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat |
| Bau | Aroma vanila yang kaya |
| Kemurnian (%) | ≥99% |
| Titik lebur (℃) | 77~78 |
| Titik Didih (℃) | 285 |
| Kelarutan | Sedikit larut dalam air, larut dalam etanol, eter dan kloroform |