| Tersedianya: | |
|---|---|
| Mekanisme Fungsi | & Aplikasi |
|---|---|
| Koagulan | Menurunkan pH secara bertahap untuk mengentalkan protein kedelai dalam tahu dan puding kedelai, menghasilkan tekstur halus (menggantikan gipsum). Penggunaan: 2,5–3% dari berat kedelai. |
| Pengasam | Keasaman pelepasan lambat untuk produk susu (yogurt, keju), minuman, dan jeli tanpa rasa asam yang tajam. |
| Agen Ragi | Bereaksi dengan soda kue (NaHCO₃) dalam baking powder untuk menghasilkan pelepasan CO₂ yang terkontrol dalam kue dan biskuit (rasio ideal: 2:1 GDL terhadap soda). |
| Pengawet | Menghambat patogen pada produk daging (sosis, ham) dan makanan laut; mengurangi penggunaan nitrit sekaligus meningkatkan stabilitas warna. Maks: 0,1% (b/b). |
| Agen Pengkelat | Mengikat ion logam untuk mencegah oksidasi dan pengendapan pada produk susu, bir, dan makanan kaleng. |
| Pengubah Tekstur | Meningkatkan retensi air dan elastisitas pada daging olahan (misalnya surimi, daging makan siang). |
Produksi Tahu: Koagulan primer untuk tahu sutra (mengurangi rasa pahit).
Produk susu: kontrol pH dalam fermentasi yogurt dan pemrosesan keju.
Daging & Makanan Laut: Agen antimikroba dan akselerator pengawetan.
Toko Roti: Ragi yang bekerja lambat dalam premix muffin/kue.
Farmasi: Eksipien dalam tablet effervescent dan suplemen kalsium.
Penyimpanan & Transportasi
Penyimpanan produk ini pada suhu kamar, kering dan berventilasi, lingkungan bersih.
| Nomor CAS. | 90-80-2 |
| Sinonim | Glukonolakton, GDL, E575 Delta-Glukonolakton Glucono-Delta-Lakton D-(+)-Asam glukonat δ-lakton |
| EINECS No. | 202-016-5 |
| Rumus Molekuler | C₆H₁₀O₆ |
| Berat Molekul (g/mol) | 178.14 |
| Kepadatan (g/cm 3) | 1.3 |
| Penampilan | Bubuk atau butiran kristal putih. |
| Pengujian (%) | 99 |
| Titik lebur (℃) | 151.00-155.00 |
| Suhu Dekomposisi (℃) | 153 |
| Kelarutan dalam Air | 59g/100ml air |