| Tersedianya: | |
|---|---|
Karakteristik Utama:
Penampilan & Bau: Biasanya muncul sebagai bubuk kristal putih dengan aroma yang sangat manis, seperti karamel, buah, dan seperti selai , sering kali secara khusus mengingatkan pada permen kapas atau gula yang dibakar . Baunya jauh lebih kuat dibandingkan kerabat dekatnya, maltol.
Potensi: Ini kira-kira 4 sampai 6 kali lebih kuat dari maltol dalam efek penambah rasa.
Asal: Terutama diproduksi secara sintetis. Meskipun jumlah kecil mungkin terjadi secara alami pada beberapa makanan atau buah-buahan yang dipanggang (seperti stroberi dan nanas), produksi komersial sepenuhnya bersifat sintetis karena biaya dan efisiensi.
Kelarutan: Larut dalam air, alkohol, propilen glikol, dan gliserin, menjadikannya serbaguna untuk berbagai aplikasi.
Kegunaan Utama:
Industri Makanan & Minuman: Aplikasi yang dominan.
Penambah Rasa: Mengintensifkan rasa manis, buah, karamel, dan seperti selai dalam beragam produk (makanan yang dipanggang, permen, coklat, minuman, produk susu, selai, makanan penutup).
Agen Penutup: Secara efektif menutupi aroma logam, pahit, atau astringen pada makanan, minuman, dan obat-obatan.
Sinergis: Bekerja secara sinergis dengan perasa dan pemanis lain, meningkatkan persepsi keseluruhannya dan menciptakan profil rasa yang lebih utuh dan menyenangkan.
Industri Wewangian:
Digunakan dalam parfum, kosmetik, sabun, dan deterjen untuk memberikan atau meningkatkan aroma manis, karamelik, buah, dan hangat.
Bertindak sebagai penambah aroma dan fiksatif.
Industri Farmasi:
Digunakan terutama sebagai bahan penyedap dan pemanis dalam sirup, tablet kunyah, dan obat cair untuk meningkatkan palatabilitas dan menutupi rasa obat yang tidak menyenangkan.
Industri Tembakau: Digunakan untuk membumbui produk tembakau.
| Nomor CAS. | 4940-11-8 |
| Sinonim | 3-Hidroksi-2-etil-4-piron |
| EINECS No. | 225-582-5 |
| Nomor FEMA. | 3487 |
| Rumus Molekuler | C 7H 8O3 |
| Berat Molekul (g/mol) | 140.14 |
| Penampilan | Bubuk Kristal Putih |
| Bau | Karamel Manis |
| Kemurnian (%) | 99 menit |
| Titik lebur (℃) | 89.0 – 92.0 |
| Titik Nyala (℃) |
>110°C |
| Kelarutan | Larut dalam air, alkohol, propilen glikol, dan gliserin, menjadikannya serbaguna untuk berbagai aplikasi. |